Jumat, 31 Januari 2014

penciptaan Alam semesta (lengkap) + video





Satun acara perkuliahan al quran dan sains



Oleh Dosen : masykuri qurtubi



Disusun oleh : siti Munawaroh (SIMON)



Semester : 5




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam perjalanan pembenrtukan alam raya ini, munculnya manusia dimuka bumi secara nisbi masih sangat baru. Oleh sebab itu kita tak boleh heran bahwa sejak zaman purbakala hingga sekarang manusia dari berbagai peradaban mencoba menemukan teori terbentuknya bumi sesuai dengan tingkat pengembangn ilmu pengetahuan dan pemikirannya. Perkembangan citra manusia mengenai alam raya ini seringkali terikat sangat erat pada pengetahuan apriori yang diturunkan kepadanya melalui otoritas. Hal ini menyebabkan bahwa pandangan tentang alam raya sulit diuji kebenarannya melalui pengalaman. Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam Al-Quran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah SWT.
B.     Rumusan Masalah
Beradasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1.      Apa saja teori-teori pembentukan alam semesta?
2.      Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penyusunan makalah ini bertujuan sebagai berikut:
1.      Mengetahui teori-teori pembentukan alam semesta
2.      Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Teori-Teori Pembentukan Alam Semesta
1.      Teori Kabut
Teori kabut dikemukakan oleh dua orang ilmuan yaitu Imanuel Kant (1724-1804) seorang ahli filsafat bangsa Jerman dan Piere Simon Laplace (1749-1827) ahli astronomi bangsa Perancis. Kant mengemukakan teorinya tahun 1755, sedangkan Laplace mengemukakan tahun 1796 dengan nama Nebular Hypothesis.
      Pada akhir abad ke-19 teori kabut disanggah oleh beberapa ahli seperti James Clark Maxwell yang memeberikan kesimpulan bahwa bila bahan pembentuk planet terdistribusi disekitar matahari membentuk suatu cakram atau suatu piringan, maka gaya yang disebabkan oleh perbedaan perputaran (kecepatan anguler) akan mencegah terjadinya pembekuan planet. Pada abad ke-20 percobaan dilakukan untuk membuktikan terbentuknya cincin-cincin Laplace, menunjukkan bahwa medan magnet dan medan listrik matahari telah merusak proses pembekuan batu-batuan. Jadi tidak ada alasan yang kuat untuk menyatakan bahwa cincin gas dapat membeku membentuk planet. 
2.      Teori Planetisimal
      Teori planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.
3.      Teori Pasang Surut Bintang
      Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.
4.      Teori Kondensasi
      Teori kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
5.      Teori Bintang Kembar
      Menurut teori bintang kembar, awalnya ada dua buah bintang yang berdekatan (bintang kembar), salah satu bintang tersebut meledak dan berkeping-keping. Akibat pengaruh grafitasi dari bintang kedua, maka kepingan-kepingan itu bergerak mengelilingi bintang tersebut dan berubah menjadi planet-planet. Sedangkan bintang yang tidak meledak adalah matahari.
6.      Teori Ledakan Maha Dahsyat (Big Bang)
      Pada awal abad ke-21 muncul teori ledakan maha dahsyat Big Bang,  membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun yang lalu.

B.     Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa
ءانتم اشد خلقا ام السماء بناها(۲۷) رفع سمكها فسوها(۲۸) اغطشا ليلها واخرج ضحها(۲۹) واللآرض بعد ذلك دحها(۳٠) أخرج منها ماءها و مرعاها(۳١) والجبال ارسها(۳۲) متاعا لكم و لآنعامكم(۳۳)
”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27} Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28} dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29} Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30} Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31} Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}”
(Q.S. An-Nazi’at: 27-33)
Pembentukan alam semesta dalam enam masa, sebagaimana disebutkan Al-Qur’an atau kitab lainnya, sering menimbulkan permasalahan. Sebab, enam masa tersebut ditafsirkan berbeda-beda, mulai dari enam hari, enam periode, hingga enam tahapan. Oleh karena itu, pembahasan berikut mencoba menjelaskan maksud enam masa tersebut dari sudut pandang keilmuan, dengan mengacu pada beberapa ayat Al-Qur’an.
Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat An-Nazi’at ayat 27-33 di atas tampaknya dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis. Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga kira-kira dapat diuraikan sebagai berikut:



  • Masa I (ayat 27): penciptaan langit pertama kali
Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.
Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut (gambar 1a), terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah.
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/dukhan.jpg?w=295&h=300Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi (gambar 1b dan c). Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi (gambar 1d).







Gambar 1a) awan debu (dukhan) yang terbentuk akibat big bang
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/angin-bintang.jpg?w=300&h=240
Gambar 1b) hembusan angin bintang dari kedua kutubnya
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/piringan-galaksi.jpg?w=300&h=247
Gambar 1c) galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/struktur-alam-semesta.jpg?w=300&h=225
Gambar 1d) struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas
  • Masa II (ayat 28): pengembangan dan penyempurnaan
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/model-roti-kismis.jpg?w=300&h=187Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauh (gambar 2).





Gambar 2) model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semesta.
Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.
Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.
  • Masa III (ayat 29): pembentukan tata surya termasuk Bumi
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/reaksi-inti-matahari.jpg?w=236&h=237
Gambar 3) reaksi nuklir yang menjadi sumber energi bintang seperti Matahari
Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.
Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.
  • Masa IV (ayat 30): awal mula daratan di Bumi
Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi. Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/pangaea.jpg?w=300&h=154
Gambar 4) daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi
  • Masa V (ayat 31): pengiriman air ke Bumi melalui komet
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/komet.jpg?w=300&h=267
Gambar 5) ilustrasi komet yang membawa unsur hidrogen sebagai pembentuk air di Bumi
Dari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air.
Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.
Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
  • Masa VI (ayat 32-33): proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia
http://misykatulanwar.files.wordpress.com/2008/07/gunung.jpg?w=300&h=206


Gambar 6) gunung sebagai pasak Bumi
Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah. Proses detail terbentuknya gunung dapat dilihat pada artikel sebelumnya yang ditulis oleh Dr.Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc tentang fungsi gunung sebagai pasak bumi.
Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.
Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.
Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bisshowab.















BAB III
KESIMPULAN
1.      Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan dan rumusan masalah yang telah dibahas dalam Maklah  ini, maka disebutkan beberapa kesimpulan di bawah ini:
Teori – Teori Pembentukan Alam semesta :
·         Hipotesis Nebula.
·         Hipotesis Planetisimal.
·         Hipotesis Pasang Surut Bintang.
·          Hipotesis Kondensasi.
·         Hipotesis Bintang Kembar.
·         Hipotesis Big Bang.
Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa.
·         Masa I (ayat 27): penciptaan langit pertama kali.
·         Masa II (ayat 28): pengembangan dan penyempurnaan.
·         Masa III (ayat 29): pembentukan tata surya termasuk Bumi.
·         Masa IV (ayat 30): awal mula daratan di Bumi.
·         Masa V (ayat 31): pengiriman air ke Bumi melalui komet.
·         Masa VI (ayat 32-33): proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia.




penjelasan KEsimpulan pak masykuri : 
alam semesta pertamanya berawal dari :
 1. kata dukhon (asap) yang didalmnya memiliki hidrogen, helium,dan materi yang lainnya) .
2. ratqon ((satu titik) dari pembetukan asap yang menjadikan ratqon atau satu titik dimna bisa mencapai 200juta  kecepatannya membentuk.
3. rafa'aha artinya (meninggikan,mengangkat, dinamis, bergerak dan mengembang) dari satu titik itu menjadi mengembang karena adanya tekanan yang maha dahsyat yang menjadikan satu titik itu menjadikan yang sering kita sebut big bang(dentuman besar).
ada pertanyaan kenapa dalm penciptaan alam semesta ini ada masa-masanya? sepeti 2 masa,4,da 6 masa??? ada yg tahu?
 jwbnnya: karena adanya sebuah tahapan proses jadi tidak langsung sempurna karena manusia  itu mengerti secara simbolik. Alloh tahu batas kemampuan kita jadi Alloh memberikan pemahaman sesuai dengan kadar kemampuan mahluknya.
2.    Saran
Untuk menambah wawasan anda, sebaiknya perbanyak referensi untuk menambah kekurangan makalah yang kami buat.








DAFTAR PUSTAKA

Yahya, Harun. (2010). Pustaka Sains Populer Islam: Penciptaan Alam Semesta. Bandung: Sygma Publishing.

























KATA PENGANTAR
Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan rahim-Nya yang telah dilimpahkan, taufiq dan hidayah-Nya dan atas segala kemudahan yang diberikan sehingga Makalah Al-Qur’an dan Sains ini dapat diselesaikan. Shalawat terbingkai salam semoga abadi terlimpahkan kepada sang pembawa risalah kebenaran yang semakin teruji kebenarannya baginda Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabat, serta para pengikutnya. Semoga syafa’atnya selalu menyertai kehidupan ini. Setitik harapan dari kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi wacana yang berguna. Kami menyadari keterbatasan yang kami miliki, Untuk itu kami mengharapkan dan menerima segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Akhirnya hanya kepada Allah SWT jualah kami memohon Rahmat dan Ridho-Nya.










Jakarta, 19 Oktober 2013

Penyusun








i
 
 
DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                  ..... i
Daftar Isi                                                                                                           .... ii 
Bab I Pendahuluan                                                                                            .... 1 
Bab II Pembahasan                                                                                            .... 2
A.    Teori-Teori Pembentukan Alam Semesta............................................. .... 2
B.     Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Enam Masa........................... .... 3
Bab III Penutup                                                                                                 .... 9
Daftar Pustaka                     ..........................................................................................     10





















 


MAKALAH AL-QUR’AN DAN SAINS
PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Al-Qur’an dan Sains oleh Dosen
 Drs. Masykuri Qurtubi, MA
logo UIA










Disusun Oleh:
Eny fauziah
Estie Suharnis
Siti Munawaroh





FAKULTAS AGAMA ISLAM
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH

 

 

 
2013-201

 
4


Template by:

Free Blog Templates